Black Friday Special: A Year of Unlimited Premium Themes

The WordPress.com Blog

Our Black Friday special is a great way to get your blog ready for the new year. This weekend, every purchase of WordPress.com Premium will include a free year of unlimited access to all our premium themes — a $120 USD value — so you can use any theme at no extra cost.

The special sale starts just after midnight on Friday, November 28th, and ends just before midnight, on Monday, December 1st, for all time zones.

That’s right: this year, our offer will go live on Black Friday and remain in effect through Cyber Monday, and will be available on these dates across the globe, whether you’re in New Zealand or Hawaii.

A year of themes

140 premium themes and more added every week 140 premium themes and more added every week

To take advantage of this offer, just add the WordPress.com Premium plan to one of your blogs. Visit My Sites → Upgrades (you may need to select a site first) to…

View original post 65 more words

Advertisements

test

Hello World

Cute Charlie and Harry

One of my favourites…

Jearing Pendidikan Nasional

BAB I

PENDAHULUAN

  1.  Latar Belakang

Pendidikan di Indonesia, sebagaimana juga di negara lain, telah berkembang secara cepat. Kemajuan pendidikan di Indonesia, antara lain dapat dilihat, antara lain, dari data sebagai berikut (disarikan dari Ikhtisar data pendidikan dan RENSTRA Depdiknas):

  1. Meningkatnya jumlah lembaga pendidikan tinggi, dari 2.179 (tahun 1999) naik menjadi 2.957 (tahun 2004). Jumlah mahasiswanya naik dari 3 juta (tahun 1999) naik menjadi 4,4 juta (tahun 2004).
  2. Meningkatnya jumlah sekolah dasar dan madrasah (SD/MI), sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) dan sekolah menengah atas dan madrasah aliah (SMA/MA) dari 218 ribu sekolah (tahun 1999) naik menjadi 220 ribu (2004). Jumlah siswa juga naik dari 43,2 juta (tahun 1999), naik menjadi 44,8 juta (tahun 2004).
  3. Angka putus sekolah menurun dari tahun ke tahun. Angka putus sekolah: SD/MI menurun dari 2,95% (tahun 1999) menjadi 2,92 % (tahun 2004); SMP/Mts menurun dari 4,20% menjadi 2,48 % (2004); dan SMA/MA menurun dari 3,61 % menjadi 2,54% (tahun 2004).
  4. Angka Partisipsi Murni baik siswa SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/MA juga terus meningkat.

Perkembangan pendidikan yang pesat di Indonesia tersebut, dapat dimengerti karena pendidikan adalah mempunyai peran yang amat penting dalam menentukan cepat dan lambatnya pembangunan suatu negara. Gejala umum yang sering dijumpai  adalah makin maju tingkatan pembangunan suatu negara salah satunya dicirikan oleh majunya pembangunan di sektor pendidikan. Oleh karena itu, dapat dimengerti bila pembangunan sektor pendidikan senantiasa memperoleh prioritas utama.

Hal yang sama juga berlaku di Indonesia, di mana Pemerintah Indonesia menempatkan sektor pendidikan sebagai sektor yang mendapatkan prioritas dalam pelaksanaannya. Pendidikan diyakini juga sebagai penggerak pembangunan. Oleh karena itu dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dinyatakan bahwa:

  1. Pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD 1945);
  2. Pendidikan merupakan hak asasi manusia dan hak setiap warga negara (Pasal 12) Oleh karenanya negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari Anggapan Pembangunan dan Belanja Negara; dan
  3. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa (Pasal 31).

Walaupun berbagai upaya telah dilakukan untuk membangun sektor pendidikan di Indonesia, namun masih banyak masalah-masalah pendidikan yang dihadapi. Hal ini dapat dimengerti karena Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau.

Karena kondisi sosial, ekonomi dan politik di Indonesia, maka masalah-masalah pendidikan senantiasa muncul di berbagai tempat. Secara umum, masalah-masalah pendididkan dewasa ini dapat dikelompokkan menjadi tiga. Ketiga masalah pendidikan tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan:

  1. rendahnya pemerataan dan akses pendidikan;
  2. rendahnya mutu, relevansi dan daya saing keluaran (output) pendidikan; dan
  3. lemahnya tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik dalam hal pengelolaan pendidikan.

Oleh karena itulah maka dalam Kabinet Indonesia Bersatu sekarang ini ini, penanganan ke-tiga masalah tersebut diberikan prioritas. Startegi dan kebijakannya dinamakan ’tiga pilar pembangunan pendidikan nasional’, yaitu:

  1. Pilar 1:

Peningkatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan;

  1. Pilar 2:

Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan; dan

  1. Pilar 3:

Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik dalam pengelolaan pendidikan.

Uraian secara rinci dari ke-tiga pilar kebijaksanaan nasional tersebut dapat dilihat di Rencana Strategis (RENSTRA) Departemen Pendidikan Nasional 2005-2006 (RENSTRA DEPDIKNAS, 2005).

Hello World!

Assalamu’alaykum wr wb

Apa kabar ibu dan bapak?

Luar biasa…

Daftar WordPress

Login WordPress

Kelola Dashboard